Type Keyword(s) to Search

7 Cara Ajarkan Anak untuk Tidak Setuju dengan Baik dan Sopan

7 Cara Ajarkan Anak untuk Tidak Setuju dengan Baik dan Sopan

Seiring dengan perkembangannya, balita Anda akan belajar tentang kemandirian dan individualitas, beropini, serta menentukan mana hal yang ia sukai dan mana yang tidak ia sukai. Maka, pertentangan adalah hal alami yang pastinya akan dihadapi Si Kecil.

Nah, salah satu keahlian yang perlu dipelajari oleh Si Kecil adalah cara menolak atau mengatakan tidak setuju akan sesuatu dengan cara yang sopan. Ya, sopan santun merupakan etika dasar yang perlu diajari pada anak sejak dini, termasuk saat ia mengutarakan ketidaksetujuannya.

Tips Mengajarkan Anak untuk Tidak Setuju dengan Baik dan Sopan

Untuk itu, penting bagi Si Kecil untuk memahami bahwa ia perlu mengekspresikan emosi dan pendapatnya dengan cara yang baik dan sopan, baik pada teman sebayanya ataupun pada orang dewasa. Selain sebagai tanda menghormati orang lain, sikap ini dapat mendorongnya untuk tumbuh dewasa dengan baik.

Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang bisa Moms ajarkan kepada Si Kecil untuk mendorongnya tegas dengan sopan. Dilansir dari Very Well Family, berikut ini 7 cara mengajarkan anak untuk tidak setuju dengan sopan.

1. Awasi Si Kecil saat Anda sedang menonton berita dan aktivitas online-nya. Politikus dan pendemo dapat mengejek satu sama lain di acara televisi. Netizen dapat melontarkan komentar buruk secara online. Hal ini menunjukkan bahwa penting agar Si Kecil belajar untuk menolak kekasaran dan perundungan, serta memilih kesopanan dan sikap hormat.

2. Dorong Si Kecil untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan lupa untuk mencontohkan hal ini dengan memperhatikan Si Kecil ketika ia berbicara. Mendengar adalah tanda menghormati lawan bicara dan merupakan keahlian penting dalam dunia sekolah, bahkan untuk hidupnya di masa depan. Ajari Si Kecil untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain serta tidak memikirkan argumen ketika seseorang sedang berbicara kepadanya.

3. Bicarakan kegiatan terkini saat makan malam. Momen makan malam bersama keluarga yang rutin sangat penting bagi kesehatan dan perkembangan Si Kecil, karena berkaitan dengan rendahnya risiko obesitas, kinerjanya saat di sekolah, dan rasa menghargai diri yang tinggi. Makan malam juga menjadi kesempatan di mana Si Kecil belajar untuk mengekspresikan opininya. Dorong Si Kecil untuk membicarakan kegiatan atau hal-hal terkini, buku yang ia baca, atau hal-hal yang ia pelajari di sekolah.

4. Ajak Si Kecil untuk melihat sudut pandang orang lain. Hal ini merupakan aspek dasar dari empati, yang terbukti penting bagi kesuksesannya di masa depan nanti. Ketika Si Kecil sudah terbiasa untuk melihat dari perspektif orang lain, ia akan belajar untuk melihat berbagai hal dengan lebih objektif dan bisa menghargainya, meski ia tidak setuju dengan hal tersebut.

5. Ajari Si Kecil untuk bependirian teguh dan percaya dengan dirinya sendiri. Menjalani hidup dapat menjadi sulit ketika orang-orang lain melakukan hal yang berbeda dari apa yang kita jalani. Maka, Moms perlu mengajarkan Si Kecil untuk percaya diri, ingatkan padanya bahwa meyakini opini tertentu tidak berarti ia bisa menghina opini lainnya.

6. Pastikan Si Kecil memahami bahwa pesan SMS, WA, direct message, atau email tetap perlu ditulis dengan sopan. Kini gawai dan internet adalah hal yang lumrah dan banyak komunikasi terjalin melalui daring. Maka, penting untuk Si Kecil memahami bahwa ia tetap harus mengekspresikan opininya dengan sopan di platform digital ini. Ajarkan bahwa berkomunikasi secara online perlu dilakukan dengan baik, seperti layaknya berkomunikasi secara tatap muka.

7. Ajarkan Si Kecil untuk tidak mengejek seseorang atas opininya. Ketika Anda merasa tidak setuju pada kepercayaan maupun ide tertentu, maka jangan sampai hal tersebut menjadi masalah personal. Mengejek atau menghina seseorang tidak boleh masuk dalam pembahasan ide. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)


Read Next

More Fromtoodler